Selamat Datang Di Primbonjodoh.net Situs Kitab Primbon Jawa Yang di Kutib Dari Kitab Primbon Kuno Bataljemur Adammakna.

Ikuti Kami Di Facebook

WATAK KELAHIRAN SELASA WAGE

1. Weton anda adalah Selasa
Wage.
Sifat/karakter orang yang lahir
pada Weton tersebut, adalah: Anda tidak suka membesar-besarkan
diri. Bahkan, anda lebih sering
mengalah kepada orang yang lebih
cerewet daripada mempersoalkan hal-
hal yang remeh. Meskipun demikian,
anda bersemangat baja. Beberapa orang mungkin mengatakan anda
sedikit kaku. Namun, ada pula yang
akan menganggap anda teramat
ndableg. Di samping itu, andaikata
anda merasa terancam, ego anda
yang sensitif akan sangat mudah terusik sehingga anda cenderung
bersikap cemburu. Meski demikian,
terkadang lawan-lawan anda pun
akan mengagumi nafsu anda yang
besar akan ilmu pengetahuan dan
tekad kuat yang memungkinkan anda menelaah secara mendalam hal-hal
yang menarik perhatian anda. Bila
keadaan mulai memburuk anda akan
tetap bertahan. 2. Mongso anda adalah Saddha.
Sifat/karakter orang yang lahir
pada Mongso tersebut, adalah: SADDHA - Tirta Sah Saka Sasana
13 Mei - 22 Juni KEADAAN UMUM Orang Yang terlahir pada tanggal 13
Mei - 22 Juni, mereka itu dapat disebut
orang "SADDHA" karena pada saat itu
adalah mangsa "Saddha" yang
berorbit selama 41 hari di langit
belahan Timur Laut. Peristiwa mangsa itu candranya, "Tirta Sah Saka Sasana",
yang artinya "Air Lenyap Dari
Tempatnya". Mangsa itu dalam
pengaruh Batari Sri dan Batara
Sadana. Batara Sri sebenarnya adalah Puteri
Batara Hyanq Wimaka, isteri Batara
Wisnu. Konon pada jaman Purwacarita
menjelma sebagai puteri Prabu
Srimahapunggung di kerajaan
Medang Kamulan. Sedang Batara Sadana adalah adik Batari Sri. Batari
Sri dan Batara Sadana adalah
Dewa yang bertugas membagi rejeki
kepada umat manusia. Yang
kemudian orang menyebutnya Batara
Sri Sadana saja. Walaupun sebutannya
hanya satu, sesungguhnya adalah dua Dewa. Maka orang kelahiran
mangsa "SADDHA" mempunyai watak
kembar. Pada umumnya orang Saddha
mempunyai kecerdasaan yang luar
biasa. Selain kecerdasannya juga
mempunyai felling Yang kuat pula.
Sehingga langkahnya lebih berhati-
hati. Bergaul dengan orang Saddha pada
umumnya sangat menyenangkan.
Karena kecerdasaan otaknya, maka
orang Saddha dapat membantu untuk
memecahkan berbagai kesulitan
sahabat-sahabatnya. Ditambah lagi keistimewaan orang Saddha yang
pandai bergaul dan dapat
menempatkan diri dengan tata
kesopanan dan penampilan yang
berkesan. Sehingga banyak orang
senang padanya. Tetapi sayangnya orang Saddha tidak
dapat membuat suatu keputusan
yang tepat. walaupun dia
mempercayai seseorang, tetapi di
lubuk hatinya merasa curiga kepada
orang kepercayaannya itu. Begitu pula dalam hal pekerjaan yang
dilakukannya, terkesan hanya coba-
coba. Akibatnya dia tidak akan
mendapatkan suatu keuntungan
apapun dari jerih payahnya itu.
Karena sebelum pekerjaan itu tuntas sudah ditinggalkannya.
Keputusan-keputusannya sering
mendua, dalam keragu-raguan. Dalam
waktu yang relatif singkat
keputusannya dapat berubah lagi.
Oleh karenanya sering membuat
orang kebingungan atas keputusannya. Karenanya orang
Saddha dapat tergolong sering ingkar
janji. Sering terseret dalam kesulitan yang
bersumber dari ulahnya sendiri, yang
semula bertujuan untuk menolong
orang lain. Tetapi sangat berlebihan,
sehingga dia tidak dapat
menyelesaikannya. Maka dia yang harus menanggung segala akibatnya.
Dalam penampilan orang Saddha
tampak selalu rapi, dengan rambut
yang tersisir rapi. Kerapian menjadi
kunci kemantapan langkah orang
Saddha dalam pergaulan. Sehingga
mendudukkan dia dalam tempat yang terhormat, ditambah dengan tutur
kata dan sopan santun yang baik.
Maka orang sering mengagumi dan
sekaligus memanfaatkan segala
kekurangan yang pernah diperbuat
orang Saddha sebelumnya. Kerap kali mengalami kesulitan
keuangan dan selalu saja mendapat
bantuan dari orang-orang yang
berada di sekitarnya. Sebaliknya kalau
orang Saddha mendapat rejeki lebih,
dibaginya rejeki itu kepada orang lain. Hatinya selalu hanyut sedih, kalau
menyaksikan orang sedang
dirundung kesusahan. Dalam hal pendidikan, orang Saddha
sangat mudah menerima pelajaran,
bahkan dapat mempelajari hal-hal
yang tidak mungkin dipelajari oleh
orang lain. Baik itu tentang sains
maupun spiritual. KEADAAN ALAM SEMESTA Pada saat mangsa "SADDHA", keadaan
musimnya adalah Kemarau. Saat itu
benar-benar sudah tidak ada hujan.
Angin berhembus dari Timur menuju
Barat dengan hembusan yang sepoi-
sepoi basa. Hawanya kalau siang terasa panas, tetapi diwaktu malam
sangat dingin. Panen buah-buahan diantaranya,
Jeruk Keprok, Nanas, Apokat, dan
buah Asam pun telah masak. Panen
padi di sawah hampir usai. Kemudian
jerami mulai dibakar dan dipersiapkan
untuk menanam palawija. Sendang penampungan dari mata air,
volume airnya telah berkurang karena
sudah tidak ada air hujan lagi. Airnya
melimpah ke selokan. Orang mulai
mengangsu karena sumurnya mulai
dangkal. Para nelayan mulai mempersiapkan
diri menyelam ke dasar laut yang
dangkal, untuk memasang tiang-tiang
penyangga getek tempat orang
menjala ikan di laut. Karena pada saat
itu gelombang laut tidak begitu besar, angin pun sepoi-sepoi basa dari arah
Timur ke Barat. Pada musim itu di tepi
laut sedang musim ikan Nus atau
Cumi-cumi. KEADAAN FISIK Orang kelahiran mangsa "SADDHA"
rata-rata bentuk tubuhnya tinggi
besar, baik pria maupun wanitanya.
Wajahnya bulat telur dan licin dengan
mata bulat tajam. Bibirnya tipis dan
alisnya tebal. Walaupun bentuk tubuhnya tinggi besar tetapi tidak
berotot. Kalau berjalan seperti tidak menginjak
tanah. Langkahnya lebar tetapi tidak
tergesa-gesa, kepala menunduk
seolah menghitung langkahnya yang
kalem. KEADAAN MASA KANAK-KANAK Anak-anak kelahiran mangsa
"Saddha" pada usia balita bentuk
tubuhnya kurus. Sering rewel dan
susah makan. Bahkan sering pula
menderita sakit panas. Ketika sudah
mulai berkembang dan menginjak usia sekolah, mereka sering
mengajukan banyak pertanyaan yang
sulit kepada orang tuanya. Karena
sifat anak "Saddha" yang serba ingin
tahu. Sejak masih kanak-kanak sudah tidak
mau dikalahkan, apalagi diperintah.
Dia menghendaki kebebasan, tidak
mau diperintah, tidak mau didikte oleh
siapapun. Sering pula berbantah, tapi
biasanya anak Saddha lah yang selalu menang. Bahkan dengan orang tua
sendiri sering berdebat, tetapi karena
biasanya anak Saddha kata-katanya
besar, maka orangtuanya pun tidak
dapat berkata apa-apa selain
mengelus dada. Dalam olah pikir, anak Saddha telah
mulai mengembangkan pikirannya
dari buku bacaan maupun
menanggapi dari kata-kata orang
dewasa sekelilingnya. Senang
merenung dan mempergunakan khayalan pikirannya. Sehingga
dengan demikian, dia sering terserang
penyakit batuk dan paru-paru. Rasa kasih sayangnya sangat tinggi,
khususnya terhadap sesama teman
sebayanya, dan tidak suka diusik bila
sedang bermain. Pada umumnya pertumbuhan tubuh
anak Saddha, sangat cepat besar.
Lebih banyak mempergunakan
emosinya daripada mempergunakan
logika. Sehingga sering merasa
kurang puas terhadap keadaan lingkungannya. KEADAAN MASA REMAJA
Kelanjutan masa kanak-kanak adalah
masa Remaja. Maka apa yang dialami
remaja Saddha selanjutnya adalah
pembawaan dari masa kanak-
kanaknya dulu. Senang bertanya,
banyak mempergunakan perasaan dari pada pikiran, Selalu merasa
kurang puas, menginginkan
ketenangan. Merasa dirinya selalu
diperlakukan kurang adil oleh
lingkungannya. Akhirnya sering
merenung, mengolah pikir dan ketegangan syaraf. Dalam dunia pendidikan, remaja
Saddha umumnya berhasil. Karena dia
gemar belajar dan membaca buku-
buku ilmu pengetahuan. Bahkan
senang pula membaca buku-buku
biografi tokoh dunia, ilmu pengetahuan maupun politik, dan
cerita tentang orang-orang yang
berhasil di dunia. Dari buku-buku
itulah dia akan berkhayal "kalau
aku...". Khayalan itu akan
berkembang menjadi suatu cita- cita. Tetapi karena sifatnya yang selalu
mendua akibat pengaruh dari Batara
Sri dan Batara Sadana yang kuat
sekali. Maka keputusannya sering
berubah-ubah. Walaupun begitu,
Untuk membuktikan cita-citanya itu, orang Saddha berusaha juga. Setelah
dia menyadari bahwa dirinya tiada
ketentuan yang logis, maka dia akan
berusaha menekan diri.
Mempergunakan waktunya seefisien
mungkin. Barulah dia dapat membuktikan kebenaran janjinya.
Tetapi hal itu jarang sekali terjadi bagi
orang Saddha. Dalam dunia bisnis tidak akan
berhasil, karena tidak punya
ketetapan hati. Lagi pula banyak
mempergunakan perasaan dari pada
pikiran. Pedagang harus
menggunakan pikiran untuk menggapai keuntungan. Kalau
menggunakan perasaan, akhirnya
akan lemah dan menyerah. Hubungannya dengan masyarakat
lingkungannya cukup baik. Karena
itikadnya yang baik dapat diterima
oleh masyarakat, maka dia mau
berkorban apa saja untuk
kepentingan masyarakat. Bahkan jiwa berkorbannya itu sangat kuat dan
merepotkan dia sendiri. Tetapi kalau
masyarakat sekelilingnya
mengacuhkan dirinya, diapun akan
berbuat hal yang sama. Tapi yang
sebenarnya terjadi, adalah karena orang-orang disekitarnya tidak tahu
kemauan orang Saddha itu. Yang paling bermanfaat adalah kalau
orang Saddha itu menjadi tokoh
masyarakat, pemimpin partai politik,
asosiasi, pimpinan organisasi, atau
kelompok kegiatan apa saja. Karena
dengan demikian dia akan mendapat kesempatan menyampaikan gagasan-
gagasan yang umumnya sangat
cemerlang, sehingga bisa memajukan
organisasi yang dipimpinnya itu. CIRI KHAS Tanda khas yang dimiliki orang
kelahiran mangsa "Saddha" terutama
pada postur tubuh yang jangkung
dan tidak berotot. Penampilannya
malu-malu kucing, dengan dandanan
rapi, rambut tersisir rapi. Tingkah lakunya lembut dan sopan. Menilik
dari kebiasaannya sehari-hari,
orang Saddha mempunyai kebiasaan
tidak mau diam. Selalu ada-ada saja
yang dikerjakan. Mengerjakan apa
saja, walaupun pekerjaan itu tidak
berguna. Dalam pergaulan, kalau kita menemui
seseorang yang tidak mau dikalahkan
bicaranya dan selalu menonjolkan
"Aku"nya, itulah salah satu watak
orang Saddha. Begitu pula kalau ada
seseorang yang memberikan bantuan kepada sahabatnya hingga belebih-
lebihan hingga dia sendiri mendapat
kesulitan, itu pun termasuk prilaku
orang Saddha. Kalau pria banyak
dikerumuni wanita (Playboy). IKATAN PERSAHABATAN Dalam tata kehidupan
ini selalu ada
berpasang-pasangan, siang dan
malam, pria dan wanita, baik dan
buruk, susah dan gembira, dan begitu
pula dalam pergaulan. Sahabat adalah orang yang termasuk
dekat dengan kita, sahabat lebih dari
kawan lebih pula dari saudara. Karena
sahabat tempat kita mencurahkan
perasaan dan mempercayakan
rahasia pribadi. Maka untuk mendapatkan sahabat itu
juga tidaklah gampang. Tidak
segampang mencari kenalan atau
kawan. Adalah hubungannya dengan
jiwa, perasaan yang paling dalam.
Tentu saja kecocokan ada diantara dua hati. Bagi orang Saddha sahabat yang
cocok adalah orang "KAPAT" (19
September - 13 Oktober). Selain itu
cocok pula dengan orang kelahiran
mangsa "KAWOLU" (4/5 Februari - 1
Maret). Persahabatan Saddha dengan Kapat
ini ibarat tempat nasi mendapat tutup,
bisa saling mengisi dalam hal
berkarya. Si Saddha pencetus ide-ide
dan si Kapat yang
mempertimbangkan, sehingga tewujud cita-cita orang Saddha itu ,
sehingga Tidak hanya bergantung
diatas bintang. begitu pula dengan
orang Kawolu, bagaikan gayung
bersambut. KEADAAN KESEHATAN Orang kelahiran "Saddha" pada
umumnya tingkat kesehatannya
kurang balk. Sejak masih kanak-
kanak sering kena penyakit, sakit
kepala, batuk, dan radang paru-paru. Penyakit itu akan terbawa ketika
mencapai usia Remaja dan menjadi
Orang Tua. Maka lebih baik
memelihara kesehatan daripada
mengobati setelah tertimpa penyakit.
Kelemahan dirinya telah diketahui, yaitu bagian paru-paru, khususnya
bagi mereka yang terlahir pada hari
Minggu Pon. Menjaga kesehatannya dengan
bersenam kebugaran setiap pagi.
Berolahraga yang ringan-ringan saja,
seperti lari pagi atau bulu tangkis.
Jangan terlalu memaksakan diri.
Minum air jernih setiap pagi sebanyak satu liter. Bagi mereka yang
terlahir pada hari
Selasa Kliwon jangan terlalu banyak
berangan-angan dan berkhayal,
karena dapat mengganggu kestabilan
jiwa dan dapat terkena gangguan
syaraf. Karena kelemahannya terletak di otaknya dan juga di jantung.
Dianjurkan senam dan olah raga
teratur. PEKERJAAN YANG COCOK Bagi orang Saddha bidang pekerjaan
yang cocok khususnya pekerjaan
yang ada kaitannya dengan dunia
seni. Walau begitu pakar Astrologi
Jawa telah mengelompokan orang
kelahiran Mangsa "Saddha" dalam tiga kelompok. Masing-masing kelompok
ditinjau dari hari kelahirannya, yaitu: 1. Eka Kelompok pertama adalah kelahiran
hari Minggu, Rabu dan Jumat. Mereka
yang terlahir dalam kelompok ini,
bidang pekerjaan yang cocok untuk
ditekuninya adalah dalam bidang seni,
yaitu sebagai pengarang, wartawan, penulis skenario film, sinetron dan
teater. Selain itu berbakat pula sebagai
penggerak massa. 2. Dwi Kelompok kedua adalah kelahiran
hari Senin. Mereka yang termasuk
dalam kelompok ini mempunyai
lapangan kerja yang cocok adalah
sebagai pengacara, notaris, sekretaris,
atau guru. Tetapi paling cocok sebenarnya adalah sebagai Pelukis. 3.
Tri Kelompok ketiga adalah kelahiran
hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Mereka
yang terlahir pada kebmpok ini
mempunyai kesempatan kerja pada
bidang persurat kabaran dibagian
percetakan ataupun layout, kedokteran, sebagai pemandu wisata,
atau sebagai pegawai negeri. Dapat
pula bekerja pada sebuah perusahaan
swasta, sebagai apapun. Tetapi yang
paling cocok dan bebas dari campur
tangan orang lain adalah sebagai penerbit. REJEKI & PENGHIDUPANNYA
Pada umumnya orang kelahiran
mangsa "SADDHA" penghidupannya
kurang balk. Semua itu dapat terjadi
karena orang Saddha selalu bimbang
dan mendua hati, maka banyak
kesempatan emas yang terlepas. Begitu pula dalam mengerjakan
segala sesuatu sering terburu-buru,
yang akibatnya sering berbuat
kesalahan. Sehingga pekerjaannya itu
sia-sia dan menanggung rugi. Dengan
demikian selalu kekurangan uang dan selalu dirundung hutang.
Walaupun begitu, ahli Astrologi Jawa
telah mengelompokkan orang
kelahiran mangsa "Saddha" menjadi
tiga kelompok. Dengan pedoman
pada hari kelahirannya, yaitu: 1. Eka Kelompok pertama adalah kelahiran
hari Minggu, Rabu dan Jumat. Mereka
yang terlahir dalam kelompok ini,
rejeki dan penghidupannya agak
kurang balk, dia harus berjuang gigih
untuk memperjuangkan kehidupannya. Tetapi setelah usia 30
tahun bagi mereka yang terlahir pada
hari Minggu Wage, Rabu Wage,
Minggu Pon, Rabu Legi, Jumat kliwon,
Minggu Paing, Rabu Pon, Rabu kliwon,
Jumat Pahing, kehidupannya akan menjadi baik. Sedangkan selain
Weton-weton tersebut, harus lebih
banyak berjuang dan jangan
berputus asa. 2. Dwi Kelompok kedua ini adalah kelahiran
hari Senin. Mereka yang terlahir pada
kelompok ini mempunyai nasib yang
lebih baik dari yang pertama. Tetapi
sering pula mengalami kesulitan,
karena sikapnya yang mendua, pembimbing, dan kurang tegas
mengambil sikap. Tetapi setelah
mencapai usia 30 tahun bagi yang
lahir hari Senin Legi, Senin Pon, Senin
Kliwon, keadaannya akan menjadi
lebih baik. Bagi mereka yang tidak masuk dalam weton tersebut jangan
berkecil hati, karena akan baik juga
pada usia setelah mencapai 35 tahun.
Pada hari tua akan mendapat
keberhasilan setelah dapat
mengetahui jati dirinya, karena akan lebih berhati-hati dalam
langkahnya. 3. Tri Kelompok ketiga ini terlahir pada hari
Selasa, Kamis dan Sabtu. Mereka yang
termasuk dalam kelompok ini
keadaan penghidupannya baik sekali.
Semua itu dapat terjadi karena orang
yang terlahir dalam kelompok ini lebih realistis. Mau menyesuaikan diri
dengan lingkungannya. Mau
mempergunakan rasio. Walaupun sifat
bimbang dan keraguan itu ada, tetapi
dapat terkendalikan dengan pikiran
yang sehat dan realitis. Dalam usia 24 tahun sudah mulai baik ekonominya,
mereka itu adalah kelahiran Kamis
Legi, Sabtu Legi dan Sabtu Kliwon.
Sedangkan yang terlahir pada weton
lainnya, akan mulai berhasil pada usia
29 tahun. Tetapi pada umumnya kelahiran kelompok ketiga ini akan
mengalami kehidupan yang baik
dihari tua, kaya raya dan bahagia. SAAT YANG BAIK Orang kelahiran
mangsa "Saddha"
akan menemukan suatu hari yang
baik dan sangat terkesan. Waktu itu
adalah saat sinar paling terang
terpancar dari kedudukan mangsa
"Saddha" pada tanggal 18 Februari. Lebih-lebih kalau tanggal tersebut
jatuh pada hari Rabu atau Sabtu.
Karena pada hari-hari tersebut dapat
dipergunakan untuk segala
keperluan yang penting. Akan
berhasil dengan baik sampai dikemudian hari akan membawa
keberuntungan. HOBI Orang kelahiran mangsa "SADDHA,"
mempunyai berbagai hobi, antara lain:
1. Melukis, termasuk Koleksi Lukisan.
2. Seni Tari dan Seni Pentas.
3. Mendaki Gunung dan Alam terbuka.
4. Membaca, buku-buku non fisik dan fiksi.
5. Belajar Atodidak.
6. Mendengarkan musik, Pop, dan
musik yang iramanya tenang.
7. Mempelajari ilmu Spiritual,
Parapsikologi. 8. Pesta dan Makan enak.
9. Koleksi barang kuno, termasuk
Pusaka, Keris.
Demikian beberapa hobi yang
dinikmati oleh orang kelahiran
mangsa "Saddha" sebagai suatu perwujudan gejolak Jiwanya. JODOH Dalam
hal perjodohan bagi orang
Saddha tidaklah terlalu sulit, karena
didalam pergaulan sehari-hari cukup
menarik dan ada pengagumnya. baik
itu Saddha pria maupun Saddha
wanita. Tetapi pacar yang akan jadi pasangan
hidupnya telah ditentukan
kecocokannya, keharmonisannya,
dan benar-benar langgeng abadi.
Bagi orang Saddha yang paling cocok
adalah dengan orang kelahiran pada mangsa "KAPAT" (19 September - 13
Oktober). Tetapi juga dapat cocok dan
serasi dengan kelahiran mangsa
"KAWOLU" (4/5 Februari - 1 Maret),
dan cocok pula dengan kelahiran
mangsa "SADDHA". Garis-garis perjodohan itu merupakan
suatu kesimpulan Astrologi Jawa.
Tetapi tidak menutup suatu
kemungkinan untuk menikah dengan
mangsa kelahiran yang lainnya.
Namun ada kendala yang berakibat rumah tangga itu akan retak dan tidak
harmonis. Bahkan bisa terjadi
peristiwa "pisah ranjang" walaupun
tampak dari pandangan umum rukun
dan satu rumah. BATU PERMATA Orang yang terlahir pada mangsa
"SADDHA" dapat mempergunakan
beberapa batu permata yang sesuai
dan mendatangkan rasa percaya diri.
Beberapa jenis batu permata itu
adalah: 1. Aquamarin = Batu sinar laut hijau
Batu permata ini warnanya hijau, ada
pula yang biru laut. Bagus sekali
untuk Aksesori, baik sebagai batu
cincin, maupun liontin dan bros.
Khasiatnya dapat mencegah sakit lever, sakit pencernaan, dan lemah
badan. 2. Jamrud Hijau = Emerald
Jamrud Hijau merupakan batu
permata yang cocok bagi orang
kelahiran mangsa "Saddha", selain
keindahannya sebagai aksesoris,
berkhasiat pula untuk melindungi diri dari sakit kepala. 3. Agate =
Akik (Berbagai warna)
Batu Permata ini umumnya digunakan
untuk batu cincin. Khasiatnya dapat
untuk mencegah demam, sakit perut,
dan batuk-batuk. WARNA Ada beberapa jenis warna yang cocok
dan ideal bagi orang kelahiran
mangsa "Saddha", yaitu warna-warna
yang paling apik untuk busana,
interior, maupun karpet lantai dan
mebel. Warna itu adalah Putih, Kuning, dan Biru Muda. Dengan warna
tersebut orang kelahiran mangsa
"Saddha" akan merasa srek dan apik.
Sehingga dalam penampilannya dapat
bersikap optimis pula. BUNGA Memilih bungapun, tidaklah
sembarang pilih asal bunga. Karena
salah pilih bisa berabe jadinya. Bagi
orang mangsa Saddha, ada beberapa
jenis bunga yang cocok dan seperti
warnapun, bunga bisa mendatangkan inspirasi dan asumsi bagi setiap
orang. Bunga-bunga yang cocok bagi orang
"SADDHA" adalah:
1. Bunga Melati
2. Bunga Gadena atau Ceplok Piring
3. Bunga lily Putih
4. Bunga Anyelir 5. Bunga Gradiol Biru
6. Bunga Anggrek Bulan.
Demikian beberapa jenis bunga yang
apik dan mendatangkan pengaruh
positif bagi orang kelahiran mangsa
"Saddha", baik untuk dipasang di ruang tamu, di kamar tidur, ataupun di
kantor. 3. Wuku anda adalah Gumbreg.
Sifat/karakter orang yang lahir pada Wuku tersebut, adalah: Bila
perjalanan Wuku Gumbreg
memasuki orbit mangsa "Saddha",
dampaknya terjadilah perubahan dari
ketentuan asli pengaruh wuku
tersebut. Hal itu besar sekali adanya
bagi kehidupan dan penghidupan seseorang, maupun peristiwa-
peristiwa Alam Semesta. Pengaruh wuku Gumbreg. Dewa:
Batara Cakra. Candra: Geter nengker
ing wiyat. Seseorang yang terlahir
dalam Wuku tersebut sifatnya sopan.
Penghidupannya banyak rejekinya,
dapat kaya dan dermawan. Kemudian akan terjadilah perubahan-perubahan
pengaruh kosmis, akibat cahaya
zodiak yang di sebut F-korona
mempunyai pengaruh kuat sekali
terhadap Alam Semesta dan
Kehidupan. Pengaruh Mangsa "Saddha" besar
sekali terhadap peredaran dan
perjalanan wuku dalam Kehidupan,
penghidupan, sifat, serta pengaruh
alam semesta. Merupakan misteri
kehidupan semesta alam. Meskipun seseorang dengan orang lain terlahir
dalam wuku yang sama,
kenyataannya mempunyai sifat, nasib,
dan perjalanan hidup yang berbeda.
Hal itu dapat terjadi karena perbedaan
jam kelahiran, Hari dan Pasaran (Weton).

Bagikan Di :

Facebook Google+ Twitter